Posted on Thu, 12 Aug 2010
Bahasa Indonesia

Above and Beyond Life

Above and Beyond Life

Above and Beyond Life
Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.
– 2 Petrus 1:12-15

Apa yang begitu penting yang ditekankan oleh Rasul Petrus sampai tiga kali kepada jemaat yang dikasihinya? Dengan jelas, dengan terperinci dan dengan sungguh-sungguh, dia menekankan dan mengingatkan jemaat betapa pentingnya hidup kudus.

Mengapa Harus Kudus?

Alasan Allah memilih dan menyelamatkan Anda dan saya, memberikan kepada kita kuasa kelepasan, urapan, baptisan Roh Kudus; adalah supaya kita menjadi sama seperti Dia, menjadi kudus sama seperti Dia kudus (1 Petrus1:16). Ini adalah kehendak dan perintah Allah, bukan sekedar usulan atau pilihan.

Tuhan Yesus memanggil dan mengajari kita hidup kudus supaya Anda dan saya bisa melihat wajah-Nya. Rasul Paulus berkata di Ibrani 12:14 – Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Mengejar kekudusan artinya mengejar kehidupan dengan standar yang lebih tinggi, standar Tuhan! Standar Tuhan jauh lebih tinggi daripada standar orang Kristen rata-rata. Dengan kata lain, Tuhan berkata: ”Kalau kamu mau ikut Aku, kamu harus naik ke tempat di mana Aku berada. Kamu harus berpikir pada tingkatan pikiran-Ku.” Jadi, kalau Anda tidak hidup dalam tingkatan pikiran Tuhan, Anda tidak kudus. Kekudusan adalah standar Tuhan. Cara berpikir kita harus diubah. Holiness is everything.

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
– 1 Petrus 1:13-16

Bagaimana Hidup Kudus di Dunia?

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
– 2 Petrus 1:2-3

Kita bisa kudus karena kasih karunia Tuhan. Dan kasih karunia Tuhan ini turun melalui pengenalan akan Dia yang kita peroleh karena keintiman, karena hati yang mencari dan mengejar Tuhan – pursuing God – dengan segenap hati. Ini mengenai hubungan pribadi yang dibangun karena hati yang haus dan rindu untuk bersekutu dengan Dia, mencari Tuhan dan intim dengan Tuhan sehingga kita mengenal Dia. Bukan mengenal Allah karena pengetahuan alkitab atau informasi yang didapat dari mendengar khotbah dan mencatat. Pengetahuan tidak membuat Anda mengenal Tuhan. Pengetahuan hanya informasi.

ketika kita bergaul intim dengan Tuhan, kita pasti luput dari hawa nafsu dunia yang membuat kita hancur, bangkrut, berantakan

Sebaliknya ketika kita bergaul intim dengan Tuhan, kita pasti luput dari hawa nafsu dunia yang membuat kita hancur, bangkrut, berantakan. Tidak ada formula atau metoda untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan. Tuhan mau kita mencari-Nya dengan segenap hati dan Dia berkata, Aku akan membuat diri-Ku diketemukan. Tuhan dapat dicari, Dia suka dicari.

Membungkus diri kita dengan pujian penyembahan membuat kita dekat dengan Tuhan. Namun bukan sekedar bernyanyi atau mengenai lagu lambat. Penyembahan adalah kehidupan. Anda harus mencari-Nya dengan segenap hati dan pikiran. Bohong besar bila Anda berkata, aku mencari-Mu, sementara Anda bisa duduk berjam-jam di depan televisi, memberi mata dan telinga kepada musik dan gambar-gambar yang keras, kejam, hura-hura, dan merangsang.

Yeremia 29:12-14 dengan kata lain diartikan: ”Apabila kamu mencari Aku dengan segenap hati, jangan bercabang-cabang, fokus sepenuhnya kepada-Ku, Aku akan memberi kamu menemukan-Ku.”

Keintiman dengan Tuhan berbicara mengenai ruang Mahasuci. Kebanyakan orang Kristen hanya sampai di pelataran luar, tempat yang paling luas, tempat di mana Anda bolak balik berdosa, minta ampun, bertobat, berdosa lagi, bertobat. Dimana Anda bertengkar dengan dagingmu untuk tunduk kepada Allah. Kita perlu mendesak masuk sampai firman berbicara dan mengubah hidup kita dan bergaul dengan firman. Jika tidak, Anda hanya datang ke Tuhan untuk mendapat pengampunan dosa, tapi tidak datang ke Tuhan karena siapa Dia. Di situ tidak ada keintiman sama sekali.

Tuhan memberikan kuasa ilahi-Nya (kasih karunia Tuhan), yaitu kekuatan dan kuasa Tuhan yang memampukan kita hidup kudus dan berkata “tidak” kepada dosa. Tuhan sudah memberikannya kepada kita secara cuma-cuma segala sesuatu – bukan hanya sebagian – untuk hidup kudus. Jadi, tidak ada alasan orang Kristen mengatakan tidak bisa hidup kudus.

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
– 2 Korintus 7:1

Hidup saleh atau kudus, artinya takut akan Allah. Rasul Paulus mengatakan bahwa kekudusan hanya dapat dikejar dengan hati yang takut akan Tuhan, tidak cukup dengan hati yang cinta Tuhan. Tanpa hati yang takut akan Tuhan, orang tidak bisa berubah. Dan di mana ada takut akan Allah, di sana ada kasih karunia-Nya.

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
– Yakobus 4:6
kekudusan hanya dapat dikejar dengan hati yang takut akan Tuhan, tidak cukup dengan hati yang cinta Tuhan

Dalam Amplified Bible, Yakobus 4:6 berbunyi demikian: But He gives us more and more grace (power of the Holy Spirit, to meet this evil tendency and all others fully). That is why He says, God sets Himself against the proud and haughty, but gives grace [continually] to the lowly (those who are humble enough to receive it) – James 4:6 (Amp).

Jadi kasih karunia Allah turun pada orang yang rendah hati, bukan kepada yang sombong, congkak dan tinggi hati. Kerendahan hati adalah percaya dan menerima perkataan Tuhan tanpa menawar, lalu mentaati-Nya; sepakat dengan apa kata Tuhan. Bila Anda berkata, saya tidak layak, saya bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. Itu bukan rendah hati, tetapi sombong dan congkak karena Tuhan tidak berkata begitu mengenai Anda. Tuhan berkata, di dalam Kristus, kamu lebih dari pemenang, kamu di atas bukan di bawah, kamu kepala bukan ekor, kamu yang dikasihi Tuhan, kamu yang telah dikuduskan dan telah dibenarkan. Pada saat Anda percaya, menerima dan berkelakuan seperti apa yang Tuhan katakan mengenai Anda, maka kuasa Roh Kudus bekerja dan kasih karunia-Nya dilimpahkan kepada Anda.

Kasih Karunia Tidak Santai

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan...
– 2 Petrus 1:5-6

Hidup karena kasih karunia tidak berarti santai atau tidak usah ngotot karena Tuhan yang kerjakan semua. Salah besar! Justru karena menerima kasih karunia, kita harus bersungguh-sungguh. Sungguh-sungguh mencari Tuhan, sungguh-sungguh mengadakan waktu berdoa, sungguh-sungguh belajar firman. Karena barangsiapa sungguh-sungguh mencari Tuhan, dia akan mendapat upah dari Tuhan (Ibrani 11:6).

Amplified Bible memberi penekanan yang lebih lagi pada 2 Petrus 1:5-6: “for this very reason, adding your diligence [to the divine promises], employ every effort, …..” Sungguh-sungguh (diligence) ditambah lagi dengan employ every effort, artinya pakai segenap kekuatan dan pengertianmu, manfaatkan segala sesuatu yang ada padamu, segala usaha. Untuk menambahkan kepada iman, kebajikan (karakter ilahi). Dan kepada kebajikan, dalam melatih karakter ilahi, pengetahuan dikembangkan. Karakter ilahi harus ada sebelum pengetahuan agar kita tidak sekedar pintar alkitab seperti Farisi tetapi tidak mengenal Tuhan, ini membuat kita jadi sombong.

Tuhan ingin mempercayakan kita dengan banyak hal besar. Ketika kita terus mengembangkan karakter Kristus dan kita naik ke level Tuhan, akan semakin banyak yang dapat kita lakukan untuk Dia. Saat ini, Tuhan menantang Anda bangkit, naik, mendaki ke tempat di mana Dia berada. Tempat di mana ada kemerdekaan. Tuhan memanggil Anda menjadi rajawali, untuk membubung naik ke tempat tinggi.

What is so important that Apostle Peter emphasized it three times to the congregation he so loved? You will need to read all the letters of Apostle Peter. Clearly, detailedly, and earnestly, he put emphasis on and reminded the congregation about how important it is to live a life of holiness.

Therefore I will not neglect to put you always in remembrance of these things, though you know them and are established in the present truth. But I think it right, as long as I am in this tabernacle, to stir you up by a reminder, knowing that the putting off of my tabernacle is soon, as indeed our Lord Jesus Christ made clear to me. And I will also be diligent to cause you to always have memory of these things after my departure.
- 2 Peter 1:12-15

Why Must We Be Holy?

The reason why God chooses and saves you and I, gives to us His power of redemption, anointing, the baptism of the Holy Spirit; is for us to become like him, to be holy just as He is holy (1 Peter 1:16). This is God’s will and order, not just a suggestion or a choice.

Jesus calls us and teaches us to live a life of holiness so that you and I can see His face. Apostle Paul says in Hebrews 12:14 – Follow peace with all, and holiness, without which no one shall see the Lord.

Pursuing holiness means pursuing a life with a higher standard: God’s standard! God’s standard is much higher that the average Christian’s standard. In other words, God is saying: “If you want to follow Me, you must go up to the place where I am. You must think at the level of My thoughts.” So, if you do not live at the level of God’s thoughts, you are not holy. Holiness is God’s standard. We have to change our mindset. Holiness is everything.

Therefore gird up the loins of your mind, be sober, and rest your hope fully upon the grace that is to be brought to you at the revelation of Jesus Christ; as obedient children, not conforming yourselves to the former lusts, as in your ignorance; But as He who called you is holy, you also be holy in all your conduct, because it is written, “Be holy, for I am holy.”
- 1 Peter 1:13-16

How Do You Live In Holiness In The World?

Grace and peace be multiplied to you in the knowledge of God and of Jesus our Lord, as His divine power has given to us all things that pertain to life and godliness, through the knowledge of Him who called us by glory and virtue.
– 2 Peter 1:2-3

We can be holy because of the grace of God. And this grace of God comes upon us through our knowledge of Him, that we gain through intimacy, because of a heart that seeks and pursues God wholeheartedly. This is about personal relationship that is built because of a heart that thirsts and desires to fellowship with Him. It is not knowing God as a result of biblical knowledge or information that is obtained from listening to sermons and taking notes. Knowledge does not automatically lead you to know God. Knowledge is only information.

Conversely, when we relate intimately with Him, we will be spared from the lust of this world that ruins, bankrupts, and destroys us. There is no formula or method for building an intimate relationship with God. God wants us to search for Him with all our hearts and He says that He will be found by us. We can seek Him, He loves being sought.

Enveloping ourselves with praise and worship makes us close to God. However it is not only about singing or songs with slow tempo. Worship is life. You must seek Him with all your heart and mind. It would be a great lie if you say I seek You, but at the same time you can sit for hours in front of the television, subjecting your eyes and ears to harsh, violent, pleasure-seeking and stimulating music and images.

Jeremiah 29:12-13 can be interpreted this way: ”If you seek Me with all your heart, not half-hearted, but focus fully on Me, I will give you to find Me.”

Intimacy with God speaks about the inner sanctum. Most Christians only come as far as the outer court, the largest area where we keep repeating the cycle of sinning, asking for forgiveness, and repenting. Where we fight our flesh in order to submit to God. We have to press in until the Word speaks to us, changes our lives and we relate intimately with it. If not, you only come to God to obtain forgiveness for your sins, but not come to Him because of who He is. That way there is no intimacy at all.

God gives His divine power (His grace), that is the strength and power of God that enables us to live a life of holiness and say “no” to sin. God has freely granted to us all things – not partly – that we need to live a life of holiness. Therefore, it leaves Christians no excuse saying they cannot live a life of holiness.

Therefore, having these promises, beloved, let us cleanse ourselves from all filthiness of the flesh and spirit, perfecting holiness in the fear of God.
– 2 Corinthians 7:1

Living in holiness means living in fear of the Lord. Apostle Paul says that it is not enough to pursue God with a heart that loves Him, we must also have a heart that fears Him. Without a heart that fears God, people cannot change. And where there is fear of God, His grace is present.

Do you like this post?

Announcement

Be Our Partners

Visi Allah membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Kami percaya, perjanjian kemitraan (covenant partnership) dengan suatu pelayanan akan menghasilkan kuasa yang luar biasa. Aktifkan hukum Kemitraan ini dalam hidup Anda segera! Berpartner dengan kami.

blog comments powered by Disqus