"AMEN means I agree to all that God says YES in His promises. (AMIN artinya saya sepakat dengan segala yang Tuhan katakan YA di dalam janji-Nya.)"
Tags: Choice, Commitment
"Apa yang nampak di depan mata Anda adalah tempat di mana Anda berada saat ini, tetapi iman adalah kemana TUHAN ingin membawa Anda."
Tags: Faith
"Everything you do today is a seed for your future. (Apapun yang Anda lakukan saat ini merupakan benih bagi masa depan Anda.)"
Tags: Future
"Confidence is the thermostat that regulates your degree of success in life (Dr. Keith Johnson)"
Tags: Confidence
"Iman datang dari pendengaran: pendengaran akan firman Tuhan. Ketakutan datang dari pendengaran: pendengaran akan kata-kata iblis. "
Tags: Choice, Faith
Follow our updates via these services:
For general enquiries please email to: contact@indrigautama.org or call our office at (+6221) 2555 - 4646.
By: Ps. Indri Gautama
Peperangan yang dialami setiap orang Kristen adalah peperangan antara pendapat moral yang mengatakan bahwa kejahatan tidak bisa dibiarkan begitu saja versus firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita mesti melepaskan pengampunan.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.– Roma 12:19
Kalau Anda tetap menyimpan dendam atas ketidakadilan yang Anda alami, Anda meragukan Hakim yang Agung itu. Dari Roma 12:19, kita dapat belajar beberapa hal: ketika Tuhan mengintervensi melakukan pembalasan bagi kita, kita dapat mengakui bahwa kejahatan itu memang terjadi, tetapi di saat yang sama kita juga dilepaskan Tuhan dari peran menjadi hakim atas kejahatan tersebut. Tuhan berjanji untuk melakukan pembalasan atas nama kita, dan ini meniadakan kesahan moral daripada keinginan kita untuk membalas dendam.
If you hold a grudge, you doubt The Judge.
Janji Tuhan berkata: ya sebuah ketidakadilan telah dilakukan terhadap Anda, ya orang yang melakukannya patut dihukum, ya orang tersebut belum menerima penghukumannya, tetapi bukan Anda yang seharusnya menghukumnya, Anda tidak seharusnya membalas dendam Anda pribadi terhadap orang tersebut. Karena Tuhan sendirilah yang akan mengurus hal pembalasan ini, dan sesungguhnya Dialah yang terbaik untuk melakukannya. Kita tidak dapat melakukan keadilan lebih baik daripada apa yang Tuhan dapat lakukan. Tuhan melihat setiap sisi, setiap sudut dari kejahatan yang dilakukan terhadap Anda. Tuhan melihat jauh lebih baik daripada yang dapat Anda lihat. Tuhan yang akan membereskan perhitungannya, dan Dia akan melakukannya dengan jauh lebih adil dan lebih menyeluruh dibandingkan kalau kita turun tangan sendiri.