"The secret conversation you hold in the privacy of your mind are shaping your destiny little by little"
Tags: Future
"Apa yang nampak di depan mata Anda adalah tempat di mana Anda berada saat ini, tetapi iman adalah kemana TUHAN ingin membawa Anda."
Tags: Faith
"Every problem is a door of opportunity for us"
Tags: Opportunity
"Everything you do today is a seed for your future. (Apapun yang Anda lakukan saat ini merupakan benih bagi masa depan Anda.)"
Tags: Future
"You'll never get God's best until you give your best to God"
Tags: Sacrifice
Follow our updates via these services:
For general enquiries please email to: contact@indrigautama.org or call our office at (+6221) 2555 - 4646.
By: Ps. Indri Gautama
Bagaimana Yesus menghadapi perlakuan buruk dan tidak adil yang diterima sewaktu Dia di bumi? Tidak ada satu manusia pun di muka bumi ini yang diperlakukan secara lebih buruk dan tidak adil daripada Yesus. Demi kita Yesus disalibkan serta menjadi dosa dan kutuk, Allah Bapa meninggalkan-Nya, Roh Kudus pergi dari-Nya. Padahal setiap ons permusuhan yang ditujukan pada-Nya sama sekali tidak layak diterima-Nya. Jika ada seseorang yang memang memiliki setiap hak dan memang pantas untuk marah, pahit atau dendam, maka orang itu adalah Yesus. Kita bisa berkata hidup ini tidak adil, tetapi adilkah untuk menyalibkan Yesus? Ia yang tidak pernah berdosa namun menjadi dosa itu sendiri sehingga siapapun yang percaya pada-Nya akan dibenarkan di hadapan Tuhan, Hakim dari segala hakim?
Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci-maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.– 1 Petrus 2:22-23
..but trusted [Himself and everything] to Him who judges fairly.– (Amplified)
Yesus mempercayakan diri-Nya dan segala sesuatunya kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Dengan kata lain, Yesus memiliki iman di dalam kasih karunia Tuhan di masa depan, iman di dalam keadilan Tuhan di masa yang akan datang. Yesus tidak perlu melakukan pembalasan atas ketidakadilan yang Dia derita. Bahkan Yesus berdoa bagi musuh-Nya di Lukas 23:34, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Sedangkan perlakuan tidak adil yang kita alami bahkan tidak sebanding seinci pun dengan Yesus. Bukankah seharusnya kita mengikuti jejak Yesus dalam mereponinya agar kita juga menang atas kepahitan dan dendam.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.– Matius 5:44-45
Firman Tuhan berkata agar kita mengasihi musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. Memang lebih mudah membalas mereka yang berbuat jahat daripada mengampuni dan mengasihi mereka. Namun jika kita kepahitan dan membalas dendam, kita akan sama saja dengan musuh kita. Kita tidak akan mendapat kelegaan yang Tuhan janjikan, dan yang lebih buruknya lagi, kita juga akan ikut dihakimi beserta mereka. Karena apa yang kita tabur akan kita tuai. Entah Anda ingin menuai kelegaan dari Tuhan atau penghukuman dari Tuhan.
Alasan lain mengapa Tuhan ingin kita berdamai dengan orang fasik adalah agar melalui kita mereka melihat kebaikan Allah dan mendapat peluang untuk memperoleh keselamatan. Tuhan mengasihi setiap orang yang di muka bumi ini tidak peduli apakah mereka baik atau jahat, benar atau tidak benar, dan ingin agar mereka semua selamat. Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? – Roma 2:4
Masa sekarang ini adalah masa ujian bagi kita, dimana Tuhan memakai masalah dan musuh untuk mendewasakan kita. Alkitab berkata tentang hari dimana Yesus kelak akan datang sebagai Hakim yang adil, dimana musuh akan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan kita akan menginjak orang-orang fasik (Maleakhi 4:1-3). Alkitab juga berkata tentang jatuhnya Babel (Wahyu 18). Akan tiba saatnya dimana orang-orang berdosa akan dihakimi dan dihukum Tuhan lebih keras. Dan pada waktu itu terjadi, segenap sorga akan bersorak karena keadilan-Nya (Wahyu 19:1-2). Tetapi sebelum saat itu tiba, tetap akan ada penganiayaan terjadi karena iman kita di dalam Tuhan.