Golden Nuggets
See all

"Why worry about a glass of water, while God gives you the ocean?"

Tags: Hope

"Apa yang nampak di depan mata Anda adalah tempat di mana Anda berada saat ini, tetapi iman adalah kemana TUHAN ingin membawa Anda."

Tags: Faith

"Don't complain because outside, the lion awaits to swallow you; & don’t be afraid because inside, you have the Lion of Judah to overcome them."

Tags: AttitudeConfidence

"Sweets attracts ants. Good character attracts favor. Proverbs 3:3-4"

Tags: CharacterConfidence

"Perkataan Anda mempunyai kuasa untuk menciptakan dunia dan realitas Anda. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya."

Tags: AttitudeConfidence

Follow our updates via these services:

For general enquiries please email to: contact@indrigautama.org or call our office at (+6221) 2555 - 4646.

The Well of Past Grace

Posted on 18 July 2010   |
Bookmark and Share
Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
– Kejadian 26:12-13

Saat itu sedang terjadi kelaparan di Gerar. Godaan untuk pergi ke negeri Mesir yang makmur sangat besar. Mesir adalah simbol daripada sistem dunia, bagaimana menjadi kaya secara dunia. Namun Tuhan mengatakan agar Ishak tetap tinggal di Gerar. Ishak taat kepada Tuhan. Ia bahkan menabur di tengah kekurangannya. Ia meletakkan imannya di dalam Tuhan yang sanggup mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, dan Alkitab memberitahu kita bahwa dalam tahun itu juga, ia menuai hasil seratus kali lipat.

Ishak tidak mencari jawaban atas situasinya dari Mesir atau orang Filistin. Di Kejadian 26:18, dikatakan bahwa ia menggali kembali sumur-sumur yang dulu pernah digali dalam zaman Abraham, ayahnya, yang telah ditutup oleh orang Filistin. Sumur adalah simbol daripada kasih karunia Tuhan, sedangkan Filistin adalah lambang dari sistem dunia. Dengan Ishak menggali kembali sumur-sumur nenek moyangnya, ia mengingatkan dirinya akan kasih karunia di masa lampau (past grace) yang telah diberikan Tuhan kepada Abraham. Saat Ishak membuat dirinya terhubung kembali ke past grace, imannya timbul, bahwa Tuhan yang memberikan past grace pasti sanggup menganugerahkan future grace. Saat iman timbul, Tuhan berkenan, dan hasilnya berkat pun turun atas hidupnya. Ishak menjadi orang yang bukan saja sangat kaya, tetapi juga orang yang besar (great, distinguished –English translation).

Past grace is the foundation for faith in future grace.

Mengingat kembali kasih karunia Tuhan di masa lampau (past grace remembrance) akan memberi kita keyakinan untuk kasih karunia Tuhan di masa depan. Past grace adalah fondasi untuk iman kita di dalam future grace. Prinsipnya sama seperti saat kita ingin mempekerjakan pegawai baru. Kita ingin tahu tentang masa lampau mereka, tentang cara kerja mereka, kesuksesan dan kegagalan mereka. Walaupun tujuannya adalah untuk masa depan, masa lampau mereka relevan dan penting di sini. Karena keyakinan bahwa seseorang bisa diandalkan di masa yang akan datang didasarkan pada sejarah kesetiaannya di masa lampau.

Past grace adalah uang muka yang menjaminkan kepenuhan kasih karunia Tuhan bagi kita di masa yang akan datang. Ini bukan sekedar pembayaran satu kali, tetapi merupakan akumulasi kasih karunia-Nya yang berkesinambungan setiap harinya. Ketika kita melihat kembali ke belakang ke kasih karunia Tuhan bagi kita di masa lampau, kita sedang melihat ke kolam kasih karunia dan anugerah Tuhan yang tidak pernah berkesudahan dan yang terus bertambah besar.

Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
– Titus 2:11
Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita.
– Roma 15:8

Setiap janji Tuhan telah dijamin di dalam Kristus Yesus, putra Allah. Kebangkitan Yesus Kristus adalah pekerjaan yang paling dahsyat dan sempurna daripada kasih karunia Allah di masa lampau. Perjanjian baru sangat eksplisit dalam menyatakan bahwa semua future grace bergantung pada kedatangan Yesus Kristus di masa lampau. Tidak hanya Yesus adalah kasih karunia Allah yang datang ke dunia dalam wujud rupa seorang manusia, Diapun adalah buah sulung bagi kita. Dia mati bagi kita dan bangkit pada hari ke-3, sehingga kita pun dapat bangkit dari kematian. Yesus menjadi garansi bahwa Allah akan memanen banyak jiwa-jiwa. Demikian pula Roh Kudus adalah jaminan akan janji-janji Allah bagi kita (Efesus 1:14, 2 Korintus 1:22, 2 Korintus 5:5).

Keberhasilan kita bergantung pada kepercayaan kita bahwa kasih karunia Tuhan tersedia bagi kita saat kita membutuhkannya

Ada lebih banyak lagi kasih karunia Tuhan bagi kita di masa depan. Kita bisa melihat di Alkitab bahwa di Perjanjian Lama orang-orang yang berkemenangan selalu bergantung pada past grace untuk kemenangan mereka di masa yang akan datang. Hanya saat mereka lupa akan Tuhan dan segala kebaikan, kasih karunia-Nya di masa lampau, mereka terkalahkan (Hakim-hakim 8:33-34, Nehemia 9:16-17).

Di Mzmr 63:6-7, Daud bermazmur tentang Tuhan yang selalu setia menolongnya lagi dan lagi. Dia mengingat kasih karunia Tuhan baginya di masa lampau, dan ini mempengaruhi bagaimana dia bernyanyi dengan penuh sukacita bagi Tuhan untuk kemenangannya di masa yang akan datang. Tuhan memerintahkan kita untuk memiliki gaya hidup yang mengingat past grace-Nya, demi keyakinan kita di dalam future grace-Nya. Jangan fokus pada duka, penderitaan, ataupun kesulitan Anda, tetapi ingatlah akan kebaikan-Nya, akan past grace-Nya.

Keberhasilan kita bergantung pada kepercayaan kita bahwa kasih karunia Tuhan tersedia bagi kita saat kita membutuhkannya, dan ini adalah iman di dalam future grace. Kita bisa berhasil berjalan di bumi ini sebagai orang Kristen hanya jika kita hidup berdasarkan iman dan bukan berdasarkan apa yang kita lihat. Ketaatan kita di masa kini pun didasarkan pada iman kita di dalam kasih karunia di masa yang akan datang. Caranya adalah dengan berpegang pada janji-janji Tuhan yang tidak pernah gagal, dengan mengingat kembali past grace yang pernah kita terima. Hiduplah dengan iman di dalam future grace, maka kita dapat percaya bahwa esok kita akan luar biasa karena jika Tuhan menyediakan kasih karunia-Nya bagi kita di masa lampau, Dia pun akan menyediakannya untuk masa depan kita.

Latest from IG Blog
Pemulihan Romantisme Pernikahan Pemulihan Romantisme Pernikahan
Greetings From Vancouver Greetings From Vancouver
Training For Reigning Training For Reigning
Breakfast Meeting at the JC' Coffee Shop Breakfast Meeting at the JC' Coffee Shop
Latest from LEAD Blog
Kecil-kecil Preman Kecil-kecil Preman
Man of Honor Man of Honor
My Papa, My Friend My Papa, My Friend
Aku dan Ayahku Aku dan Ayahku
blog comments powered by Disqus